Keunggulan fisik merupakan pondasi utama bagi setiap prajurit TNI untuk dapat menjalankan tugas operasi di berbagai medan ekstrem Indonesia. Di Jawa Timur, pengembangan kapasitas fisik taruna dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang terukur lewat program Sains Olahraga Akmil Jatim. Metode ini tidak lagi hanya mengandalkan latihan konvensional yang monoton, tetapi mengintegrasikan data fisiologis untuk mendapatkan hasil maksimal. Para pelatih dan tim medis bekerja sama memantau perkembangan setiap individu, terutama dalam mengacu pada standar nilai fisik yang telah ditetapkan secara nasional. Fokus utama dari penerapan metode latihan ini adalah optimalisasi sistem kardiovaskular agar setiap personel memiliki ketahanan yang luar biasa saat menghadapi tekanan fisik yang berkepanjangan di lapangan.
Target utama dari riset olahraga ini adalah untuk meningkatkan VO2 Max para taruna, yaitu kapasitas maksimal oksigen yang dapat dihirup dan digunakan oleh tubuh selama aktivitas intens. Dalam operasi militer, kemampuan ini sangat menentukan kecepatan mobilitas personel saat mendaki gunung atau melakukan patroli jarak jauh dengan beban penuh. Latihan yang diterapkan mencakup High-Intensity Interval Training (HIIT) yang dikombinasikan dengan pemantauan detak jantung secara real-time. Melalui data yang dikumpulkan, tim pengajar di Jawa Timur dapat menentukan porsi latihan yang tepat agar tidak terjadi cedera akibat kelelahan berlebih (overtraining), namun tetap mampu mendorong batas kemampuan fisik taruna hingga ke level tertinggi.
Selain aspek latihan fisik, sains olahraga ini juga mencakup pengaturan nutrisi dan pemulihan (recovery) yang sistematis. Taruna diberikan asupan gizi yang disesuaikan dengan pengeluaran energi harian mereka, serta waktu istirahat yang berkualitas untuk proses regenerasi otot. Penggunaan teknologi seperti cryotherapy dan pemijatan olahraga (sports massage) menjadi bagian dari protokol rutin untuk menjaga kebugaran. Akmil Jatim memahami bahwa perwira masa depan harus memiliki tubuh yang atletis sekaligus cerdas. Dengan tubuh yang bugar, fungsi kognitif dan ketajaman berpikir dalam mengambil keputusan strategis akan tetap terjaga meski dalam kondisi lelah sekalipun.