Dalam setiap operasi militer darat, dukungan tembakan artileri adalah elemen yang tidak bisa ditawar. Meriam howitzer dari Korps Artileri Medan (ARM) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat memainkan peran fundamental sebagai penjaga langit dan darat, memberikan daya pukul yang krusial dari jarak jauh. Kemampuan meriam howitzer dalam melancarkan serangan presisi maupun saturasi membuatnya menjadi aset strategis yang tak tergantikan di medan perang modern.
Fungsi utama meriam howitzer adalah memberikan dukungan tembakan tidak langsung, artinya menembak target yang tidak terlihat langsung oleh penembak. Ini memungkinkan pasukan infanteri dan kavaleri di garis depan untuk bergerak maju dengan aman, mengetahui bahwa ancaman dari posisi musuh yang tersembunyi dapat dinetralkan. Meriam howitzer memiliki kemampuan unik untuk menembakkan proyektil dengan lintasan melengkung (high angle of fire), memungkinkannya menjangkau target di balik bukit atau di parit pertahanan musuh. Sistem artileri modern seperti Howitzer Caesar 155mm yang dimiliki ARM mampu berpindah posisi dengan cepat setelah menembak (teknik shoot-and-scoot), meminimalkan risiko balasan tembakan dari musuh dan meningkatkan survivability pasukan.
Selain dukungan tembakan darat, beberapa sistem artileri juga memiliki peran dalam pertahanan udara atau anti-pesawat. Meskipun artileri medan fokus utamanya adalah target darat, kemampuan multi-role beberapa sistem atau koordinasi dengan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) menegaskan peran mereka sebagai penjaga langit dan darat. Misalnya, meriam ini dapat digunakan untuk menghadapi ancaman tidak konvensional atau sebagai bagian dari pertahanan berlapis.
Peran strategis meriam howitzer juga terlihat dari kemampuannya dalam operasi defensif maupun ofensif. Dalam pertahanan, howitzer dapat menciptakan barikade tembakan yang menghalangi pergerakan musuh atau menghancurkan konsentrasi pasukan lawan sebelum mereka mencapai garis pertahanan. Dalam serangan, howitzer membersihkan jalan bagi pasukan darat, menghancurkan posisi musuh, atau mengganggu jalur pasokan. Pada hari Jumat, 14 Februari 2025, dalam simulasi latihan gabungan tingkat brigade di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, peran krusial artileri dalam melunakkan pertahanan musuh sebelum serangan darat utama terbukti sangat efektif, mengukuhkan bagaimana meriam howitzer bertindak sebagai penjaga langit dan darat.
Kualitas dan jumlah meriam howitzer yang dimiliki suatu negara seringkali menjadi indikator kekuatan artileri dan daya tangkal militernya. Dengan sistem yang terus diperbarui dan prajurit yang terlatih, Korps Artileri Medan memastikan bahwa mereka selalu siap menjadi penjaga langit dan darat yang andal bagi kedaulatan negara.