Dukungan Tembakan (FS – Fire Support) adalah tulang punggung operasi darat yang sukses. Ini adalah penggunaan sistem senjata tidak langsung seperti artileri dan mortir untuk menyerang target di luar jangkauan tembak langsung pasukan kawan. Kemampuan untuk melumpuhkan posisi musuh, menghancurkan benteng pertahanan, atau menyediakan layar asap adalah keunggulan taktis yang tak ternilai. Dukungan tembakan yang efektif memungkinkan pasukan bergerak maju dengan aman.
Artileri modern telah berevolusi menjadi sistem yang sangat akurat dan responsif. Berbeda dengan era Perang Dunia, di mana tembakan sering kali bersifat massal, kini fokusnya adalah akurasi presisi yang didukung oleh GPS dan sistem kontrol tembakan canggih. Meriam self-propelled (gerak sendiri) memungkinkan unit artileri untuk “menembak dan bergerak” (shoot and scoot), menghindari tembakan balasan musuh. Teknologi ini meningkatkan daya tahan di medan perang.
Peran utama Dukungan Tembakan artileri adalah untuk menghancurkan atau menekan musuh. Penghancuran dilakukan terhadap target keras seperti bunker atau kendaraan lapis baja. Penekanan (supresi) bertujuan membuat musuh berlindung, sehingga pasukan darat dapat bermanuver tanpa hambatan. Koordinasi yang baik antara unit artileri dan pasukan garis depan adalah kunci efektivitas ini.
Pemanfaatan senjata berat modern tidak hanya terbatas pada meriam howitzer. Sistem roket peluncuran berganda (MLRS) memberikan daya gempur yang luar biasa untuk melumpuhkan area luas atau target bernilai tinggi. Amunisi canggih, termasuk proyektil sensor-fused yang menyerang dari atas, telah meningkatkan kemampuan Dukungan Tembakan artileri secara signifikan di seluruh spektrum konflik.
Artileri juga memainkan peran penting dalam operasi defensif. Tembakan yang terkoordinasi dapat membentuk kill zone atau area pembantaian di depan posisi pertahanan, memaksa musuh untuk mundur atau mengubah arah serangan. Rencana tembakan yang detail disiapkan jauh sebelum pertempuran untuk memastikan respons yang cepat saat musuh terdeteksi bergerak ke garis depan.
Proses permintaan Dukungan Tembakan adalah prosedur ketat yang melibatkan Pengamat Depan (Forward Observer), pusat koordinasi tembakan, dan unit artileri itu sendiri. Kecepatan dan akurasi komunikasi adalah segalanya. Kesalahan dalam transmisi koordinat dapat berakibat fatal, menjadikannya salah satu bidang yang paling ditekankan dalam pelatihan militer.
Integrasi antara Dukungan Tembakan dan intelijen juga merupakan kunci keberhasilan. Drone dan pesawat pengintai memberikan data real-time kepada unit artileri, memungkinkan penyesuaian tembakan saat proyektil masih di udara. Sistem senjata modern menggabungkan data ini untuk memastikan setiap proyektil dioptimalkan untuk targetnya secara maksimal.